Total Tayangan Halaman

Senin, 27 September 2010

How to be Great Coach


Coaching di masa sekarang dipandang sebagai cara yang terbaik untuk mengembangkan kompetensi karyawan dalam bekerja. Sebuah survei menjelaskan bahwa tingkat keberhasilan coach adalah 80-90% dalam mempengaruhi perubahan sikap dan cara kerja karyawan.

Bagaimana menjadi seorang Coach yang hebat? Rahasia terbesar coaching yang sukses menurut saya ada di proses pemberian umpan balik (feedback) yang cukup sering. Bagaimana Anda sebagai Coach memberikan pendapat atas kinerja orang yang Anda coach secara berkala dan dengan frekuensi yang cukup sering. Pada saat pemberian feedback Anda dapat membahas setiap kesulitan kinerja yang dihadapi oleh karyawan Anda dan memberikan solusi-solusi inovatif untuk ditindaklanjuti dalam pertemuan feedback yang berikutnya. Feedback yang sukses adalah saat karyawan Anda mengungkapkan masalah kinerja yang dihadapi dengan perasaan yang nyaman.  Ini hanya berhasil bila Anda dapat memanage emosi Anda dengan efektif. Hindari marah-marah saat mengevaluasi kinerja karyawan Anda.  Ini membangun ikatan kepercayaan atau trust yang cukup kuat untuk Anda memberikan motivasi dan dorongan agar mereka berkinerja lebih baik. Coach yang hebat memiliki data kinerja karyawan yang akan mereka coach. Sehingga feedback yang dilakukan tidak hanya mengandalkan asumsi atau persepsi semata. Karena itu pengukuran kinerja menjadi penting. Selamat menjadi Coach yang hebat bagi karyawan Anda. (Bambang Triyawan)

Sabtu, 25 September 2010

Critical Success Factor

Critical Success Factor (CSF) atau faktor penentu keberhasilan sangat penting untuk dirumuskan sebelum perusahaan Anda merumuskan Key Performance Indicators. Ada kaitan yang kuat antara keberhasilan perusahaan Anda di masa depan dengan perumusan CSF di masa sekarang. CSF membantu Anda untuk lebih fokus dalam memperkuat area-area yang akan sangat mendukung bagi tercapainya kinerja bisnis yang tinggi. Berikut ini adalah contoh CSF sebuah perusahaan travel.

Senin, 13 September 2010

Mengapa Leader Tidak Memfokuskan Waktunya untuk Menguatkan Kinerja?

Saya menyayangkan perilaku eksekutif yang lebih memilih aktivitas yang bersifat ’pelarian’ dibanding menguatkan kinerja timnya. Di jam-jam kerja yang begitu sibuk saya sering ’menangkap basah’ para eksekutif perusahaan sedang sibuk chatting tanpa mempedulikan pekerjaan yang masih menumpuk, main game online, atau bahkan menyelesaikan naskah tesis S-2nya. Benar-benar kondisi yang tidak enak dilihat, mengingat dalam setiap kesempatan merekalah yang selalu mengkhotbahkan agar orang berkinerja tinggi. Dan tentu saja sangat tidak etis, pekerja di bawahnya memeras keringat untuk menciptakan hasil, pemimpinnya justru duduk berpangku tangan atau bersembunyi di dalam zona nyaman. Artinya sama dengan mengatakan,”Kalian pergilah berperang ke garis depan sampai kita menang, saya akan menunggu di sini...” Komandan militer dipastikan tidak akan melakukan hal seperti itu. Mereka pasti memilih untuk menguatkan pasukannya di medan perang, mati atau menang bersama unitnya.

Sebagian besar organisasi ternyata juga mendorong para eksekutifnya bukan untuk melakukan penguatan terhadap kinerja, tapi lebih banyak untuk menugaskan mereka ke luar perusahaan, apakah untuk mengikuti pelatihan, studi banding, atau sekedar menghadiri rapat atau meeting.

Semakin sedikit waktu yang disediakan para leader untuk menguatkan kinerja timnya, semakin lemah kinerja timnya. Sayang ya. (Bambang Triyawan)

Penghargaan Kinerja di Toyota

Dalam The Toyota Way (2006) dibahas sistem penghargaan yang dikembangkan Toyota Amerika untuk menghargai karyawan yang tidak pernah absen di seluruh fasilitas manufaktur. Kehadiran karyawan sangat penting bagi Toyota, karena mempengaruhi kinerja kelompoknya. Mereka yang berhasil membukukan kehadiran penuh diundang menghadiri suatu jamuan yang diadakan di sebuah gedung. Sekitar selusin kendaraan baru Toyota dipamerkan di atas panggung. Pemenang undian dapat membawa pulang kendaraan tersebut, pajak dan biaya lain telah dibayar lunas. Sekitar 60% sampai 70% karyawan Toyota berhasil masuk dalam kelompok kehadiran penuh ini. Biaya total untuk acara semalam yang spektakuler ini agar ribuan pekerjanya selalu datang tepat waktu setiap hari, tidak berarti apa-apa bagi Toyota. Toyota telah menggabungkan sistem motivasi internal dan eksternal dengan sangat baik.