Total Tayangan Halaman

Jumat, 11 Februari 2011

Bekerja di Alam Bebas


Bekerja di alam bebas adalah salah satu dorongan positif yang dapat Anda berikan pada karyawan agar mereka dapat bekerja dalam nuansa yang berbeda. Dengan perkembangan gadget yang support untuk bekerja 'away' dari kantor hal ini sangat memungkinkan untuk dilakukan. Ricardo Semler dari SEMCO memberikan pilihan kepada para eksekutifnya untuk bekerja dimanapun yang mereka inginkan asal sekembalinya dari tempat-tempat yang inspiratif itu mereka dapat menyajikan pekerjaan yang selesai.

Tentu saja mungkin tidak semua karyawan Anda senang bekerja di sebuah cottage yang menghadap ke danau, laut, atau pegunungan. Tidak ada dorongan positif yang berlaku untuk semua orang. Tapi biasanya mereka yang bekerja di level strategis organisasi dan pekerjaannya mendapatkan ide akan gembira sekali bila difasilitasi untuk bekerja di tempat-tempat yang eksotis.

Karyawan Anda pasti memiliki impian untuk mengunjungi tempat-tempat tertentu dalam hidup dan karir mereka. Ada yang menyukai pergi ke suatu tempat tanpa mau diganggu oleh pekerjaan, ada pula yang tidak mempermasalahkan apakah itu sekedar enjoy atau sambil bekerja, orang-orang seperti ini adalah mereka yang menyukai bekerja di suasana yang berbeda. Bila Anda dan tim jenuh dengan kondisi kantor yang begitu-begitu saja pertimbangkanlah untuk bekerja di alam bebas yang menginspirasikan.

Kamis, 10 Februari 2011

The Best 100 Companies to Work for in America


Ini adalah 100 perusahaan terbaik yang dipilih karyawan atau pekerja di Amerika. Perusahaan yang masuk nominasi sekitar 300 perusahaan. Dan 100 perusahaan ini adalah yang dipilih oleh responden sebagai tempat kerja pilihan atau favorit. Indikator yang dinilai adalah kredibilitas manajemen(management's credibility) dan tingkat kepuasan kerja(job satisfaction), yang menghasilkan Trust Index. Survei dilakukan oleh Great Place to Work Institute pada Januari-Februari 2011. Berikut rankingnya dari nomor 1-100.

1. SAS
2. Boston Consulting Group
3. Wegmans Food Market
4. Google
5. NetApp
6. Zappos.com
7. Camden Property Trust
8. Nugget Market
9. Recreational Equipment (REI)
10.DreamWorks Animation SKG
11.Edward Jones
12.Scottrade
13.Alston & Bird
14.Robert W. Baird
15.Mercedez Benz USA
16.JM Family Enterprises
17.USAA
18.Stew Leonard's
19.The Methodist Hospital System
20.Cisco
21.Container Store
22.DPR Construction
23.Goldman Sach
24.Whole Foods Market
25.Umpqua Bank
26.Plante and Moran
27.CHG Healthcare Services
28.Bingham McCutchen
29.Quicken Loans
30.NuStar Energy
31.W.L Gore & Associates
32.Chesapeake Energy
33.Qualcomm
34.QuikTrip
35.Genentech
36.Southern Ohio Medical Center
37.Scripps Health
38.PCL Construction
39.American Fidelity Assurance
40.Balfour Beatty Construction
41.Devon Energy
42.Baptist Health South Florida
43.Shared Technologies
44.Intuit
45.TDIndustries
46.Johnson Financial Group
47.Novo Nordisk
48.Build-A-Bear Workshop
49.American Express
50.Baker Donelson
51.Intel
52.Salesforce.com
53.Four Seasons Hotel
54.Atlantic Health
55.Perkins Coie
56.Millenium: The Takeda Oncology Company
57.Aflac
58.General Mills
59.Hasbro
60.Children's Healthcare of Atlanta
61.Mayo Clinic
62.OhioHealth
63.Deloitte
64.Factset Research System
65.Adobe System
66.EOG Resources
67.Publix Super Markets
68.Stryker
69.Mattel
70.S.C.Johnson & Son
71.Marriot International
72.Microsoft
73.PricewaterhouseCoopers
74.Nordstorm
75.Arkansas Children's Hospital
76.Gilbane
77.Ernst & Young
78.SRC/SRC Tec
79.National Instruments
80.St. Jude Children's Research Hospital
81.CarMax
82.Teach for America
83.Kimpton Hotels & Restaurants
84.Bright Horizons Family Solutions
85.Booz Allen Hamilton
86.KPMG
87.Men's Wearhouse
88.Meridian Health
89.Brocade Communications Systems
90.CH2M Hill
91.The Everett Clinic
92.Rackspace Hosting
93.J.M.Smucker
94.Aeropostale
95.Morningstar
96.MITRE
97.Darden Restaurants
98.Starbucks
99.Accenture
100.W.W.Grainger

Selasa, 21 Desember 2010

Why Leaders Fail

Banyak hal yang bisa menyebabkan seorang pemimpin 'jatuh'. Sebagian besar pemimpin jatuh karena tidak menyatukan kata-kata dengan perbuatan. Mereka meminta karyawan melakukan hal-hal yang baik dan ideal, tapi diam-diam pemimpin melanggarnya. Banyak pemimpin berpikir; the rules has made to be broken.

Para CEO yang dibahas dalam Good to Great-nya Jim Collins sebagian besar  rendah hati, jauh dari skandal yang memalukan, memiliki profesionalitas yang luar biasa. Hendaknya itu dicontoh oleh semua pemimpin yang ingin membawa perusahaan ke masa depan yang lebih hebat.

Saat ini skandal seks adalah hal yang paling mengancam kredibilitas para CEO. Kita tahu di Indonesia sendiri bagaimana obrolan para eksekutif pada saat makan siang. Ada saja selipan obrolan seputar seks. Mereka mungkin tidak sadar akan bahaya yang mengancam dari sekedar obrolan. Setidaknya itu masuk ke alam bawah sadar dan bila tidak dibuang jauh-jauh pikiran semacam itu bisa saja membuat seorang pemimpin terporosok dalam perangkap suatu hari kelak.

Mark Hurd, CEO Hewlett Packard yang sangat terkenal, jatuh dari posisinya karena skandal seks yang memalukan. Hewlett Packard setidaknya akan terpengaruh dengan adanya pergantian CEO di masa depan. Bagi para pemimpin, berhati-hatilah dengan sikap, kata-kata, dan perilaku Anda.

Jumat, 12 November 2010

Tanpa Great System Tidak akan Tercipta Great People

Apa yang terjadi bila sistem manajemen di perusahaan Anda tidak memfasilitasi agar orang dapat berkinerja dengan kapasitas penuh? Sistem motivasi yang ada tidak memungkinkan orang untuk mengeluarkan yang terbaik dari diri mereka? Anda akan kesulitan menciptakan 'great people' di dalam perusahaan. Ini artinya perusahaan Anda mungkin suatu hari akan mengalami 'stagnansi'.

Ciri sistem yang bagus:
1. Orang paham tujuan mereka dalam bekerja (mereka tahu kontribusi apa yang diharapkan dari pekerjaan mereka).
2. Kinerja diukur secara obyektif tanpa melibatkan emosi.
3. Pelatihan dan pembinaan diberikan sebagai respon atas kinerja yang belum sesuai harapan.
4. Konsekuensi positif diterima sebagai bentuk penghargaan atas kinerja.

Sudahkah sistem manajemen kinerja di perusahaan Anda memiliki karakteristik seperti di atas?

Kamis, 21 Oktober 2010

Employee Satisfaction First, then Customer Satisfaction

Sebagian besar perusahaan berjuang untuk mencapai indeks kepuasan pelanggan yang tinggi. Mereka berusaha memperbaiki layanannya dari waktu ke waktu. Merancang strategi khusus untuk memuaskan "priority customers"-nya. Melatih semua karyawan frontliners untuk meningkatkan skill mereka dalam berinteraksi atau bersentuhan dengan pelanggan.

Tapi ada satu hal yang paling penting, selama karyawan tidak puas dengan situasi di perusahaan, upaya itu mungkin akan cukup berat dilakukan. Hanya karyawan yang puas dengan perusahaan mereka yang akan melayani pelanggan dengan sepenuh hati. Karena itu perbaikilah indeks kepuasan karyawan Anda, sebelum Anda mem'push' mereka untuk melayani seluruh pelanggan perusahaan Anda. Ambil hati karyawan Anda, maka mereka akan mengambil hati pelanggan Anda. Selamat bertindak!

Senin, 27 September 2010

How to be Great Coach


Coaching di masa sekarang dipandang sebagai cara yang terbaik untuk mengembangkan kompetensi karyawan dalam bekerja. Sebuah survei menjelaskan bahwa tingkat keberhasilan coach adalah 80-90% dalam mempengaruhi perubahan sikap dan cara kerja karyawan.

Bagaimana menjadi seorang Coach yang hebat? Rahasia terbesar coaching yang sukses menurut saya ada di proses pemberian umpan balik (feedback) yang cukup sering. Bagaimana Anda sebagai Coach memberikan pendapat atas kinerja orang yang Anda coach secara berkala dan dengan frekuensi yang cukup sering. Pada saat pemberian feedback Anda dapat membahas setiap kesulitan kinerja yang dihadapi oleh karyawan Anda dan memberikan solusi-solusi inovatif untuk ditindaklanjuti dalam pertemuan feedback yang berikutnya. Feedback yang sukses adalah saat karyawan Anda mengungkapkan masalah kinerja yang dihadapi dengan perasaan yang nyaman.  Ini hanya berhasil bila Anda dapat memanage emosi Anda dengan efektif. Hindari marah-marah saat mengevaluasi kinerja karyawan Anda.  Ini membangun ikatan kepercayaan atau trust yang cukup kuat untuk Anda memberikan motivasi dan dorongan agar mereka berkinerja lebih baik. Coach yang hebat memiliki data kinerja karyawan yang akan mereka coach. Sehingga feedback yang dilakukan tidak hanya mengandalkan asumsi atau persepsi semata. Karena itu pengukuran kinerja menjadi penting. Selamat menjadi Coach yang hebat bagi karyawan Anda. (Bambang Triyawan)

Sabtu, 25 September 2010

Critical Success Factor

Critical Success Factor (CSF) atau faktor penentu keberhasilan sangat penting untuk dirumuskan sebelum perusahaan Anda merumuskan Key Performance Indicators. Ada kaitan yang kuat antara keberhasilan perusahaan Anda di masa depan dengan perumusan CSF di masa sekarang. CSF membantu Anda untuk lebih fokus dalam memperkuat area-area yang akan sangat mendukung bagi tercapainya kinerja bisnis yang tinggi. Berikut ini adalah contoh CSF sebuah perusahaan travel.